Rabu, 22 Februari 2012

seharusnya...

tulisan ini masih diperuntukkan kepada orang yang sama, dengan perasaan yang sama, dengan kondisi hati yang sama dengan bentuk dan tujuan yang kurang lebih sama.

halo, kamu :) kamu yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. entahlah.

seperti yang kukatakan, aku menulis ini dengan perasaan yang sama.

aku menulis ini dengan rasa rindu yang menyesakkan dada. it hurts.

dengan linangan air mata yang disebabkan oleh seseorang yang sungguh aku cintai, yaitu kamu.

dengan rasa kehilangan yang perlahan-lahan menggerogoti hatiku.

ya.. aku memang terlambat menyadari ini..

seharusnya dari dulu aku tahu, bagaimana cara membatasi hati ini kepadamu, sebelum aku jatuh terlalu dalam.

seharusnya dari dulu aku tahu, sampai sebatas apa hubungan yang kita jalani ini.

seharusnya dari dulu aku tahu, resiko yang akan kuhadapi saat menjalani hubungan ini denganmu.

seharusnya dari dulu, aku tidak menaruh harapan lebih kepadamu. ataukah kamu yang memberikan angan padaku? atau aku yang salah mengartikan semua kebaikan dan perhatianmu?

seharusnya dari dulu aku tahu, bukan kamu yang seterusnya akan mendengarkan setiap cerita sukacita dan keluh kesahku.

seharusnya dari dulu aku tahu, bukan kamu yang boleh melihat tetesan air mata yang jatuh membasahi pipi ini, bukan kamu yang bisa meredakan air mata dan sesenggukan yang membuat punggung ku berguncang seperti ini.

seharusnya dari dulu aku tahu, bukan kamu yang pantas aku jaga, aku puja, dana ku manja.

seharusnya dari dulu aku tahu, buka kamu orang yang pantas menangisiku. orang yang ikut merasakan sakit ku, sedihku.

seharusnya dari dulu aku tahu, kalau memang tidak ada goresan namaku di hatimu.

seharusnya dari dulu aku tahu, kalau hanya memang namanya yang berhasil menggores salah satu sudut hatimu, sampai sekarang.

seharusnya dari dulu aku tahu, rasa yang aku rasakan ini sudah tidak normal. terlalu menggebu.

namun maaf, aku memang terlalu bodoh untuk berhenti mencintaimu. I CAN’T.

aku sayang kamu arisigitsetyawan,

aku terlalu lemah untuk bisa hidup tanpamu.. maaf..

seharusnya dari dulu aku tahu, aku salah menjatuhkan hati. aku salah memilih seseorang yang kukira bisa membuka hati ini, yang ternyata setelah membuka, menutupnya dengan semaunya untuk jangka waktu yang belum bisa kuperkirakan

seharusnya dari dulu aku tahu, melupakanmu yang kini telah singgah didalam sini sungguh mati bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena sampai sekarang aku pun belum kuasa menahan rasa sakit saat aku mencoba menghapus siluet bayanganmu dari otakku. ya, otakku menerima perintah untuk melupakanmu, sayangnya… hatiku menolak keras

aku sayang kamu. aku bakal terus sayang kamu.

arisigitsetyawan. :’)

maaf yaa….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar